Pakar Buktikan Manfaat Diet yang Mirip Puasa Senin-Kamis

Image result for puasa senin kamis

Detik.com Jakarta, Intermittent fasting bukanlah jenis diet yang asing di telinga banyak orang. Bagi kaum Muslim, diet ini dikatakan mirip dengan puasa sunnah Senin-Kamis. Untuk kesekian kali, pakar membuktikan manfaat dari jenis diet baru dari intermittent fasting ini.

Diet yang dimaksud disebut dengan Fasting Mimicking Diet (FMD), di mana pelakunya diminta makan seperti biasa selama sebulan, namun di sela-selanya mereka diminta untuk semi-berpuasa selama lima hari.

Selain namanya, FMD dikatakan mirip dengan puasa Senin-Kamis karena dilakukan dalam kurun 5 hari sebulan, sedangkan bila ditotal puasa Senin-Kamis dalam sebulan adalah selama 8 hari. Aktivitas puasa yang dilakukan juga hanya setengah hari atau tidak full selama 24 jam.

Dalam kurun lima hari tersebut, partisipan bukannya tidak makan sama sekali, tetapi mengonsumsi produk khusus bernama ProLon yang dikembangkan ketua tim peneliti, Victor Longo. Produknya terdiri atas energy bars, minuman berenergi, sup berbasis sayuran dan suplemen yang kesemuanya rendah kalori, rendah gula tetapi tinggi lemak tak jenuh sehat.

Dalam kurun tiga bulan, mereka yang melakukan FMD memperlihatkan perubahan dramatis, yaitu bobot mereka rata-rata turun sebanyak 2,6 kg. Indeks massa tubuh (BMI), lemak dan lingkar perut juga turun.

Mereka juga menunjukkan penurunan level insulin-like growth factor 1 (IGF-1), hormon yang selama ini dikaitkan dengan kanker dan penuaan; serta C-Reactive Protein (CRP) atau penanda peradangan. Tekanan darah dan kolesterol mereka juga ikut turun sehingga risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, obesitas dan kanker ikut berkurang.

Sebaliknya, partisipan yang tidak menjalani FMD tidak mengalami perubahan serupa. Namun ketika mereka mencoba FMD, terlihat perubahan yang diinginkan.

“Kami tidak menemukan laporan adanya efek samping yang serius dari diet ini,” kata peneliti Victor dari Longevity Institute, School of Gerontology and Department of Biological Sciences, USC seperti dilaporkan Forbes.

Bagi mereka yang ingin mencoba diet ini, Victor merekomendasikan untuk melakukannya 2-12 kali dalam setahun. Itu pun tergantung pada usia, berat badan dan riwayat medis yang dimiliki.

“Sebelum memutuskan menggunakannya, yang bersangkutan diminta berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi, karena variabel-variabel tersebut menentukan berapa kali diet ini harus dilakukan,” pesan Victor.

(lll/vit)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s