Ahli Bahasa Sebut Ahok Bicara Al-Maidah di Luar Konteks Kunjungan

Ahli Bahasa Sebut Ahok Bicara Al-Maidah di Luar Konteks Kunjungan

Detik.com Jakarta – Ahli bahasa dari Universitas Mataram, Mahyuni, menyebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bicara di luar konteks saat menyebut Surat Al-Maidah ayat 51. Pernyataan Ahok disebut melenceng karena Ahok bicara Al-Maidah saat kunjungan kerja untuk panen ikan kerapu.

“Yang saya pahami itu di luar konteks, harusnya kan fokus pada budidaya ikan. Itu pindah topik,” kata Mahyuni dalam sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017).

Ahok, menurut Mahyuni, seharusnya fokus berbicara soal budidaya ikan yang tengah dikembangkan Pemprov. Kunjungan Ahok dilakukan di tempat pelelangan ikan (TPI) Pulau Pramuka di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.

“Kalau dari segi konteks, tidak usah terkait hal lain. Beliau itu kan menegaskan bahwa pentingnya program itu dan beliau yakin apalagi kalau di-support oleh masyarakat. Konteksnya itu berkunjung,” imbuh Mahyuni.

Penyebutan Surat Al-Maidah ini, disebut Mahyuni, berkaitan dengan Pilkada. Ahok dianggap memiliki maksud saat menyampaikan ayat Alquran di hadapan warga.

“Seolah-olah beliau tidak yakin akan dipilih, karena ada Al-Maidah itu terkesan jadi tidak dipilih,” ujar dia.

Terkait dengan kasus Ahok, Mahyuni mengaku pernah dimintai pendapat satu kali di Bareskrim Polri. Di Bareskrim, Mahyuni juga diperdengarkan pidato Ahok di Pulau Seribu, meski sebelumnya Mahyuni sudah lebih dulu menonton video lewat YouTube.

Mahyuni menyebut terdapat penekanan atas kata ‘dibohongi’ saat Ahok berbicara: ‘Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? Dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu.’

“Kalau menurut ilmu saya, pilihan kata ‘bohong’ tidak berdiri tanpa konteks. Pasti ada orang bohong, ada sumber kebohongan, ada yang dibohongi. Dalam konteks ini, sangat terkait dengan siapa pendengar dan siapa yang bicara. Itu bisa termasuk power abuse atau penyalahgunaan kekuasaan itu yang dimaksud dengan analisis wacana kritis,” terang Mahyuni.
(fdn/fjp)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s