Sindikat ini Keji, Gadis Muda Dirayu Lalu Disetubuhi dan Dijual ke Tempat Karaoke

Sindikat ini Keji, Gadis Muda Dirayu Lalu Disetubuhi dan Dijual ke Tempat Karaoke

Semarang – Empat tersangka kasus human trafficking dibekuk aparat Sub Direktorat IV Anak-anak dan Wanita Dit Res Krimum Polda Jawa Tengah. Ada Empat korban yang tiga diantaranya masih anak-anak dan dijual untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks.

Empat pelaku yang berhasil diringkus yaitu Hesti Winarsi (29), Sulistiono (26) dan Budi Santoso (48) ketiganya warga asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kemudian ada satu tersangka asal Surabaya bernama Ngasimin (56).

Salah satu korban yaitu MG (16) “direkrut” oleh dua tersangka yaitu Hesti dan Sulistiono saat sedang kerja menjaga loket di alun-alun Kabupaten Kendal pada 13 Agustus 2016 lalu. Korban dirayu dan dimingi pekerjaan dengan gaji hingga Rp 9 juta sebagai pemandu lagu karaoke.

Kemudian pada 17 Agustus 2016 lalu korban bersama dua korban lainnya yaitu MR (20) dan EN (14) dibawa ke area kolam renang di Boja dan dibelikan pakaian. Setelah itu para korban dibawa ke tempat hiburan di Bandungan, Kabupaten Semarang, termasuk satu korban lainnya yaitu SS (16).

“Dia (korban) cari kerja, saya tawari kerja di Surabaya. Saya ajak dulu ke Boja, belikan pakaian, setelah itu saya antar ke Bandungan,” kata tersangka Hesti yang berperan sebagai perekrut saat gelar kasus di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (21/9/2016).

Saat berada di Bandungan, ternyata satu pelaku yaitu Budi Santoso yang berperan sebagai kurir justru menyetubuhi para korban sebelum “dijual” kepada tersangka Ngasimin, pemilik wisma di lokalisasi di Wisma R, Surabaya.

“Saya tugasnya antar jemput. Di Bandungan saya ‘pakai’ (disetubuhi) dulu,” ujar tersangka Budi.

Sementara itu tersangka Ngatimin menetapkan tarif kepada para tamu wismanya jika meminta ditemani para korban. Ngatimin bahkan mengaku satu korban bisa melayani empat hidung belang dalam sehari.

“Tarifnya anak-anak dan dewasa sama, kalau malam Rp 170 ribu, siang Rp 160 ribu. Satu orang bisa melayani sampai empat orang,” ujar Ngatimin.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha mengatakan modus mereka yaitu dengan menjanjikan korban dengan pekerjaan, namun para korban ternyata harus bekerja menjadi PSK.

“Korban dieksploitasi. Awalnya dijanjikan jadi pemandu lagu dengan salary sampai Rp 9 juta. Ternyata dijadikan PSK,” kata Gagas.

“Mereka (para pelaku) sudah menjalankan praktik ini sekitar satu tahun,” imbuhnya.

Kasus tersebut terungkap ketika korban MG berhasil berkomunikasi dengan kakaknya. Pihak keluarga kemudian melaporkannya ke Polda Jawa Tengah hingga akhirnya dilakukan penangkapan terhadap empat tersangka di tempat berbeda.

Selain tersangka, berbagai barang bukti yang disita diantaranya ijazah korban, akta kelahiran korban, satu unit mobil dan satu bungkus alat kontrasepsi, dan lainnya. Para tersangka dijerat Pasal 83, Pasal 88 dan atau Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Mereka pun juga kita jerat dengan Pasal 2 Jo Pasal 17 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak perdagangan orang,” tegas Gagas.
(alg/dra-detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s