Jawa Timur akan Dibanjiri Garam Impor, Petani Minta Garam Rakyat Dibeli

Surabaya -Garam impor diperkirakan akan membanjiri pasar dalam negeri dalam dua bulan ke depan. Sedangkan stok garam rakyat masih mencukupi dalam kurun waktu dua bulan itu. Petani garam pun meminta perlindungan dari pemerintah, agar garam rakyat dibeli terlebih dahulu, sesuai hukum ekonomi.

Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur M Hassan mengakui, anomali cuaca La Nina berdampak pada produksi garam rakyat. Namun, cuaca buruk tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk mengimpor garam dan meninggalkan stok garam rakyat, yang mengakibatkan petani garam merugi.

“Cuaca memang belum menguntungkan petani garam. Seperti yang diumumkan BMKG (badan meteorologi klimatologi dan geofisika), hujan masih terjadi. Padahal awal Juli ini harusnya bisa memproduksi garam,” tutur Hassan, Selasa (26/7/2016).

“Namun pada tahun 2016 ini, dampak La Nina mengakibatkan belum ada produksi sampai September. Kita berharap tidak ada gagal panen, tapi kemunduran musim kemarau,” katanya.

Hassan menyampaikan, ada informasi bahwa garam impor akan membanjir Jawa Timur sekitar bulan Juli atau Agustus 2016 sekitar 270 ribu ton. Pihaknya berharap, anomali cuaca tidak menjadikan alasan utama impor garam. Pasalnya, masih ada stok garam rakyat di Jawa Timur yang mencapai sekitar 200-250 ribu ton yang tersebar di 11 daerah di Jatim.

“Kami berharap anomali cuaca jangan dijadikan bemper importasi garam. Sedangkan di satu sisi lainnya, pengusaha tidak mau membeli dan menaikkan harga garam,” terangnya.

Menurutnya, dengan kondisi anomali cuaca ini, stok menjadi menipis karena tidak ada produksi. Dengan kondisi tersebut, seharusnya harga garam rakyat juga meningkat.

“Jangan sampai kelangkaan produk ini malah harga pembelian garam rakyat di bawah HPP. Harusnya hukum ekonomi berlaku, ketika suplai menurun dan demand tinggi, maka harganya harus meningkat ,” ujarnya.

Ia berharap kepada kementerian terkait yang menangani persoalan garam seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, pada kondisi anomali cuaca ini, dapat memberikan perlindungan bagi petani garam.

“Kami berharap kepada Pak Gubernur, di mana Jawa Timur sebagai daerah lumbung garam nasional, memberikan perlindungan kepada petani garam agar tidak mengalami kerugian di kondisi anomali cuaca ini,” harapnya.

Hassan menambahkan, pihaknya tidak melarang impor. Namun pihaknya akan bertindak tegas apabila garam impor membanjiri pasar, tapi stok garam rakyat tak terbeli oleh pelaku usaha.

“Impor garam memang tidak bisa dihindarkan, tapi jangan dijadikan bemper situasi ini. Kalau ada garam rakyat, tolong dong diserap. Kalau habis, silakan impor, kami tidak menghalanginya,” tandasnya.

Sementara itu, Fatkhur Rozaq, Kabid Kelautan Pesisir dan Pengawasan Dinas Perikanan dan Kelautan mengaku prihatin dengan kondisi anomali cuaca yang dialami petani garam.

“Semoga kondisi ini menjadi keprihatinan semua pihak. Semua pihak diharapkan peduli pada saudaranya. Karena kondisi anomali cuaca ini benar-benar berdampak pada petani garam,” katanya.

Rozaq juga meminta pelaku usaha untuk menyerap garam rakyat dengan harga yang proporsional dan sesuai hukum ekonomi.

“Jangan dimanfaatkan anomali cuaca dijadikan alasan untuk tidak menyerap garam rakyat. Penyerapan garam rakyat harusnya berlangsung dan sesuai hukum pasar. Pelaku usaha diharapkan ikut meringankan beban, menyerap garam rakyat dengan bijak,” tuturnya.

Ketika musim kemarau, pihaknya akan membantu para petani untuk meningkatkan produksinya di antaranya dengan program penerapan sistem teknologi Geo Isolator, serta teknik ulir filiter (TUF) geomembran.

“Dengan penerapan sistem dan teknologi tersebut, dapat meningkatkan produksi garam,” tandasnya.

(roi/drk – detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s