10 Kondisi yang Kerap Dikhawatirkan Saat Hamil Meski Sebetulnya Normal

Jakarta, Morning sickness ditandai dengan mual, perut buncit, serta ngidam adalah hal-hal yang biasanya sering dibicarakan terkait gejala kehamilan. Tapi tahukah Anda bahwa selain itu kehamilan juga bisa membawa berbagai gejala lainnya.

Nah dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah artikel bagian kedua tentang hal-hal normal yang sering dikhawatirkan ketika hamil:

1. Varises kaki

Seiring dengan peningkatan volume darah yang terjadi saat hamil dan berat bayi bertambah, maka beban yang harus ditahan oleh kaki artinya juga meningkat. Hal ini dapat menekan pembuluh darah sehingga sulit bagi darah untuk beredar.

Hasilnya darah akan mengumpul di kaki menjadi varises. Diperkirakan sekitar 10 persen wanita hamil mengalaminya dan rasanya bisa membuat tak nyaman.

Untuk menghindari varises kaki disarankan agar seorang wanita rutin menjaga penambahan berat badannya dan olahraga minimal jalan kaki secara reguler. Tujuannya untuk membuat darah bisa mengalir lebih lancar.

2. Puting menghitam

Ketika hamil normal bagi puting serta aerola di sekitarnya untuk berubah warna menjadi lebih besar dan hitam. Penyebabnya karena penambahan volume darah di tubuh.

Menurut perawat dan penulis buku Jeanne Faulkner kemungkinan puting menghitam ini juga cara alam menyiapkan tubuh seorang wanita untuk menerima kehadiran bayi.

“Jadi seperti target yang memudahkan bayi untuk menempel ketika menyusui,” kata Faulkner.

3. Kesemutan

Rasa kesemutan dan kebas bisa terjadi karena tubuh memproduksi hormon relaxin. Fungsi dari hormon tersebut sebetulnya untuk membantu membuka panggul ketika persalinan namun efeknya juga bisa membuat persendian ‘longgar’.

Ketika persendian yang berada di tulang belakang menjadi longgar maka bisa timbul sensasi kesemutan dan kebas yang disebut sciatica. Untuk meringankan gejala seorang wanita bisa mencoba olahraga yoga hamil atau pijatan.

4. Nyeri di pergelangan tangan

Bengkak yang terjadi pada pergelangan tangan ketika hamil dapat menekan saraf yang ada dan memicu carpal tunnel syndrome. Biasanya terjadi pada tahap ketika tubuh ibu hamil mulai membengkak menyebabkan rasa kesemutan dan kebas pada jari.

Saat sudah melahirkan gejala akan hilang dengan sendirinya.

5. Mimpi buruk

Disebabkan karena kondisi mental. Wanita hamil mungkin saja khawatir apakah nanti anaknya lahir dengan aman, selamat, dan sehat sampai-sampai terbawa menjadi mimpi buruk.

Ahli kandungan dr Kelly Kasper dari Indiana University Health mengatakan hal ini normal terjadi dan menyarankan agar wanita perlu khawatir. “Itu bukan tanda bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi,” kata Kasper.

6. Cairan vagina berlebih

Leukorea atau peningkatan pengeluaran cairan pada vagina merupakan gejala yang umum terjadi karena perubahan hormon selama kehamilan. “Hormon-hormon ini menyebabkan kelenjar pada vagina untuk meningkatkan produksinya sehingga berujung pada leukorea,” kata ahli kandungan dr Kelly Kasper dari Indiana University Health.

Apabila warna cairan yang keluar putih atau kuning muda maka tak perlu khawatir, tapi apabila cairan keluar dengan sensasi gatal dan berbau maka kemungkinan ada infeksi ragi.

Produksi cairan berlebih diketahui bisa juga terjadi ketika mendekati waktu kelahiran. Apabila cairan keluar secara konstan dan sedikit berair maka kemungkinan cairan tercampur dengan air ketuban dan saat itu terjadi disarankan segera hubungi dokter karena kemungkinan waktu persalinan sudah sangat dekat.

7. Bercak darah

Timbulnya bercak darah ketika hamil bisa dialami oleh 20-40% wanita pada trimester pertama. Penyebabnya sebagian besar karena memang tubuh memompa lebih banyak darah ke leher rahim tapi bisa juga karena embrio gagal tertanam di dinding rahim.

Apabila bercak darah yang keluar berwarna merah muda atau coklat tua tak perlu khawatir, tapi ketika bercak berwarna merah terang dan banyak seperti saat menstruasi maka sebaiknya hubungi dokter.

“Tak perlu panik karena hal seperti ini sering terjadi dan kebanyakan orang baik-baik saja,” kata Jeanne Faulkner, perawat sekaligus penulis buku ‘Common Sense Pregnancy: Navigating a Healthy Pregnancy and Birth for Mother and Baby’.

8. Hidung dan gusi berdarah

Hormon hamil yang meningkatkan suplai pembuluh darah ke seluruh tubuh bisa juga membuat jaringan yang ada di gusi dan hidung menjadi hipersensitif. Hasilnya wanita hamil jadi lebih mudah mengalami mimisan dan gusi berdarah terutama ketika menggosok gigi.

Untuk mencegah agar kejadian mimisan tak sering terulang bisa dengan cara memakai pelembab udara atau semprotan hidung yang fungsinya menjaga kelembapan hidung. Sementara untuk gusi berdarah disarankan agar memakai sikat gigi yang bulunya halus.

9. Pertumbuhan kulit seperti kutil

Wanita hamil pada bulan keempat hingga keenam kehamilan rentan mengalami pertumbuhan kulit ekstra seperti kutil di beberapa bagian tubuh. Hanya saja bedanya bila kutil disebabkan oleh virus human papiloma, namun pada wanita hamil pertumbuhan kulit ekstra ini diduga karena perubahan hormon, pertambahan berat badan, dan genetik.

“Kadang-kadang kulit ini akan menciut sendiri atau hilang setelah kehamilan, tapi biasanya dia adalah tanda dari kehamilan dan akan tetap ada sampai dermatolog memotong atau membakarnya,” kata dermatolog dan penulis buku dr Doris Day.

10. Jantung berdebar

Ketika seseorang hamil volume darah yang dimilikinya meningkat sehingga jantung pun jadi harus bekerja ekstra keras untuk memompa. Oleh karena itu normal apabila wanita hamil merasa jantungnya berdebar lebih kencang atau merasakan sensasi seperti memompa di telinga.

(fds/vit – detik )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s