Dalam Sehari, Berapa Kali Idealnya Seseorang Buang Air Kecil?

Jakarta, Terlalu sering ataupun terlalu jarang buang air kecil bisa menjadi perhatian tersendiri bagi yang bersangkutan. Lalu adakah frekuensi ideal buang air kecil dalam sehari?

Dijelaskan Neil Grafstein, MD, asisten profesor urologi di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, kebanyakan orang buang air kecil 4-7 kali dalam sehari. Tapi sebenarnya itu bukan patokan ideal, karena frekuensi buang air kecil seseorang dipengaruhi berbagai faktor.

“Frekuensi kencing Anda dipengaruhi oleh faktor bagaimana Anda terhidrasi, termasuk jenis cairan yang Anda minum,” tutur dr Grafstein, dikutip dari CNN, Rabu (27/4/2016).

Minuman yang bisa membuat seseorang lebih banyak buang air kecil antara lain yang mengandung kafein dan alkohol. Selain itu sensitivitas kandung kemih juga berpengaruh. Beberapa orang sudah merasa ingin buang air kecil, meski dorongan urine masih sedikit. Sementara beberapa orang lainnya merasa belum perlu mengosongkan kandung kemihnya jika belum terasa sangat.

Sebelumnya, dr Gina Sam, MD, MPH, direktur Mount Sinai Gastrointestinal Motility Center menyebut jika dalam sehari seseorang hanya buang air kecil 2-3 kali sehari, patut diwaspadai mengalami dehidrasi. Jika kondisi ini disertai mulut kering, tubuh lelah, dan pusing maka segera penuhi kebutuhan cairan Anda.

Sebenarnya, kata dr Grafstein, agar tidak gampang kencing, seseorang bisa melatih kandung kemihnya. Caranya adalah dengan lebih menahan sejenak membuang air kecil sampai dorongannya menjadi lebih kuat.

Dalam Sehari, Berapa Kali Idealnya Seseorang Buang Air Kecil?

“Sensitivitas yang kecil tidak harus direspons sepanjang waktu,” kata dr Grafstein. Sebab menurutnya orang dengan pekerjaan tertentu pada akhirnya menahan keinginan untuk buang air kecil jika dorongannya belum terlalu kuat. Biasanya ini dilakukan oleh ahli bedah dan guru.

Tapi jika dorongan untuk buang air kecil sudah memuncak, jangan tunda pergi ke toilet. Dengan menahan urine terlalu lama, maka kandung kemih penuh dalam waktu lama sehingga meningkatkan risiko infeksi kandung kemih.

Beberapa orang menahan buang air kecil di malam hari. Karena malas beranjak ke toilet di tengah malam, mereka menahannya hingga pagi menjelang. Agar tidak bolak-balik pipis di malam hari sebenarnya bisa disiasati. Caranya adalah dengan mengonsumsi air lebih banyak di jam-jam yang tidak mendekati waktu tidur malam. Pastikan pula untuk tidak minum minuman keras mendekati waktu tidur.

dr Grafstein menambahkan selain frekuensi, warna urine juga dipengaruhi berbagai faktor. Makanan yang diasup bisa memberikan warna pada urine, misalnya buah naga merah, suplemen vitamin dan buah bit.

“Tapi secara umum warna urine bisa membantu menunjukkan status hidrasi Anda,” sambung dr Grafstein. Untuk diketahui,  jika urine berwarna kuning pekat, berarti Anda tidak minum cukup.(detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s