Awas, Kebanyakan Obat Tidur Bikin Radang Paru-paru

Jakarta, Karena stres atau kondisi tertentu, beberapa orang tak bisa tidur seketika mereka berbaring di atas ranjang layaknya orang normal. Akibatnya, agar bisa beristirahat dengan nyenyak, orang-orang ini pun menggantungkan hidupnya pada obat tidur. Padahal sebuah studi baru dari Inggris mengungkapkan konsumsi obat tidur tertentu dapat meningkatkan risiko radang paru-paru alias pneumonia.

Secara spesifik peneliti menuding obat tidur diazepam dan temazepam-lah yang dikaitkan dengan tingginya risiko radang paru-paru. Bahkan pasien yang mengonsumsi obat-obatan itu juga cenderung lebih sering meninggal akibat pneumonia.

“Ketika obat ini memicu tidur yang mendalam, pada waktu yang bersamaan sekresinya menumpuk di dalam paru-paru,” terang peneliti seperti dilansir dari telegraph, Jumat (7/12/2012).

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati kondisi sekitar 5.000 pasien yang telah didiagnosis dengan pneumonia antara tahun 2001-2002 dan masing-masing pasien dibandingkan dengan 6 pasien yang memiliki kesamaan usia dan jenis kelamin serta tidak didignosis dengan pneumonia.

Dari situ peneliti menemukan bahwa konsumsi obat benzodiazepine memberikan risiko pneumonia pada pengguna sebesar 54 persen, bahkan seperlima pengguna dilaporkan cenderung meninggal dalam kurun waktu sebulan dan sepertiga pasien bisa meninggal dalam kurun tiga tahun.

Selain itu, pengguna yang baru saja menggunakan obat tidur ini kemungkinannya 90 persen lebih tinggi untuk terserang pneumonia, sedangkan pengguna yang mendapatkan resep obat tidur ini 1-3 bulan sebelumnya memiliki kemungkinan terserang pneumonia lebih tinggi yaitu 95 persen. Namun untuk orang-orang yang dulunya pernah mengonsumsi obat tidur tapi sekarang sudah berhenti, risiko pneumonianya hanyalah 40 persen.

Setelah mengevaluasi kandungan diazepam, lorazepam dan temazepam-nya secara individual, peneliti memastikan bahwa ketiganya dan obat non-benzodiazepine yang disebut zopiclone sebagai penyebab tingginya risiko pneumonia pada pengguna keempat jenis obat tidur itu.

“Benzodiazepine dan zopiclone adalah obat-obatan yang biasa diresepkan untuk orang-orang yang mengalami kesulitan tidur namun memiliki efek terhadap sistem kekebalan yang signifikan. Data kami pun menunjukkan keduanya dapat meningkatkan risiko pneumonia, termasuk risiko kematian akibat radang paru-paru itu sendiri,” tandas ketua tim peneliti Eneanya Obiora dari Nottingham University.

Kendati begitu, mengingat penggunaan benzodiazepine yang sangat luas maka studi lanjutan masih diperlukan untuk mengevaluasi keamanan obat tersebut untuk mencegah adanya infeksi, pungkasnya. (nvt/nvt-detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s