Gerhana Matahari Total di Semarang Mirip Zaman Nabi Muhammad

Gerhana Matahari Total di Semarang Mirip Zaman Nabi Muhammad
Sama-sama hanya dapat menyaksikan sekitar 80 persen. Gerhana Matahari total. (www.lapan.go.id/Odd Høydalsvik)

Fenomena gerhana matahari total atau GMT yang diperkirakan bakal terjadi pada Rabu, 9 Maret 2016 menjadi sangat istimewa bagi masyarakat Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sebab, kejadian langka tersebut menurut para pakar astronomi Islam sama seperti gerhana matahari yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW.

Menurut Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ahmad Izzuddin, kesamaan hitungan astronomi gerhana matahari sebagian di kawasan Kota Semarang terlihat baik dari waktu, durasi serta besar piringan gerhananya.

“Gerhana yang bisa disaksikan di Kota Semarang  adalah gerhana matahari sebagian. Memang mirip seperti kejadian saat zaman Rasulullah. Ini menjadi sangat bagus dan istimewa bagi warga Semarang,” kata Izzudin dalam diskusi Seminar Nasional dengan tema ‘Menyambut Gerhana Matahari Total 2016’ di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Sabtu, 5 Maret 2016.

Dilihat dari waktunya, gerhana ini sama-sama terjadi pada seperempat pagi hari terawal, meskipun tidak tepat mirip waktunya. Pada saat zaman nabi gerhana terjadi tepat pada 29 Syawal 10 Hijriah/ 27 Januari 632 Masehi. Gerhana ini terjadi pada pukul 07.08.51 WD. Sementara gerhana yang bisa disaksikan pada Rabu nanti di Semarang, awal gerhana terhadi pada pukul 06.20.33 WIB.

“Puncak gerhana besok terjadi pukul 07.23.54 WIB dengan akhir gerhana pukul 08.36.11 WIB. Saat zaman nabi hampir mirip dengan puncak gerhana pukul 08.21.04 WD dengan akhir gerhana pukul 09.45.03 WD,” kata pria yang juga dosen Ilmu Falak Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang itu.

Dilihat dari durasinya, gerhana yang bisa disaksikan di Kota Semarang berkisar sekitar 2 jam 15 menit 38 detik. Sementara saat zama nabi pun berkisar sekitar 2 jam 36 menit 11 detik.

Sementara dilihat dari besar piringan gerhananya, baik di zaman nabi maupun di Semarang besok sama-sama mempunyai persentase gelap gerhana 80 persen. Hanya gerhana kali ini mempunyai selisih 8 persen lebih besar dari gerhana zama Rasulullah.

“Pada zaman nabi magnitude gerhana berkisar antara 0,824317767 atau 82 persen. Sedangkan gerhana di Semarang esok magnitudenya berkisar 0,8742833664 atau 87 persen,”kata Izzuddin menjelaskan.

Menurut Izzuddin, gerhana matahari sebagian yang hampir mirip seperti yang akan terjadi di Semarang besok menjadi Salat Gerhana Matahari pertama dan terakhir nabi saat hidup. Gerhana itu bahkan bertepatan dengan wafatnya Sayyid Ibrahim, putra nabi dari ibu Maria Al-Ibtiyah. Putra nabi itu wafat tepat pada malam hari sebelum gerhana.

Gerhana matahari sebagian, kata Izzuddin, terjadi saat posisi bulan dengan bumi pada jarak yang sangat dekat. Bahkan hampir sama seperti gerhana matahari total. Bedanya, bumi, bulan dan matahari tidak tepat dalam satu garis lurus.

“Entah ini menjadi fenomena kebetulan atau tidak, yang pasti gerhana matahari sebagian yang akan kita saksikan di komplek MAJT nanti patut kita syukuri dan menjadi berkah tersendiri.” (Viva)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s