Dulu di Istana, Kini Hamzah Haz ‘Ngantor’ dari Masjid ke Masjid

Jakarta – Malam itu satu per satu orang berdatangan mengunjungi rumah besar di Jl Patra Kuningan XV, Jakarta Selatan. Mereka berpakaian rapi seadanya dan seakan tak malu-malu untuk bertandang, seperti sudah sering mereka datang.

Rumah besar itu adalah kediaman Hamzah Haz (76), dia menjabat Wakil Presiden RI periode 2001-2004. Sedang orang-orang yang berdatangan adalah warga sekitar yang hadir untuk mengaji bersama.

Memasuki rumah, terdapat sebuah ruang tengah yang luas dengan alas sajadah terhampar. Cukup untuk diduduki puluhan, bahkan mungkin nyaris seratus untuk mengaji bersama di Rabu malam (12/8/2015) itu.

Di ruangan itu ada dua akuarium ukuran besar dengan tiga ikan arwana besar di masing-masingnya. Muncul kemudian sosok Hamzah Haz yang langsung disapa oleh para tamu dan salat maghrib berjamaah pun dimulai.

Usai salat maghrib, dimulailah pengajian dengan membaca al quran bersama-sama dan kumpulan doa-doa yang telah dijilid menjadi satu. Semua di ruangan itu khusuk mengaji bersama Hamzah Haz.

“Saya sudah 76 tahun, pekerjaan dunia saya sudah jalani semua. Rasanya sudah komplit dunia itu ya, makanya sekarang kegiatan saya mengaji saja,” tutur Hamzah Haz seusai pengajian saat berbincang dengan detikcom.

Foto: Grandyos Zafna

Dia merasa cukup dengan aktivitas duniawi setelah menjadi Ketum PPP 2 periode, anggota DPR, dan puncaknya adalah sebagai wakil presiden. Jabatan sebagai presiden juga dianggap sudah, yaitu ketika RI-1 sedang berdinas ke luar negeri dan dia menggantikannya.

“Jadi 10 tahun terakhir menyiapkan diri untuk menghadap Allah. Saya ada 2 masjid, 1 di Bogor, 1 majelis taklim di sini. Di sini seminggu 2 kali, di Bogor setiap hari ba’da subuh, magrib sampai isya. Itu kegiatan saya,” tutur Hamzah.

Kecintaan Hamzah terhadap masjid dituangkan dengan ikut membangun beberapa tempat ibadah itu. Dia merasa hidupnya semakin lengkap ketika sudah ikut membangun masjid.

Kegiatan politik sudah tak lagi dia sentuh. Dia ingin berenang dengan tenang di tengah arus kehidupan. Seperti ikan arwana yang berenang dengan tenang namun tetap siaga kapan pun.

Berceritalah dirinya tentang membangun masjid di Kompleks Istana Wakil Presiden belasan tahun lalu. Dia heran bagaimana bisa kompleks bagi orang nomor dua RI tak memiliki masjid megah. Belakangan, masjid itu kini berdiri dengan cara yang tidak mudah.(detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s