Setelah Gus Mus Menangis dan Akan Cium Kaki Muktamirin NU

Setelah Gus Mus Menangis dan Akan Cium Kaki Muktamirin NU

Jombang – Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri menangis di sidang pleno Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama pada Senin (3/8/3015) lalu. Dengan segela kerendahan hati kiai yang biasa disapa Gus Mus itu meminta muktamirin untuk mengedepankan akhlakul karimah sebagaimana diajarkan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari. Tak hanya menangis, bahkan kiai yang memang terkenal dengan kerendahan hatinya itu sampai akan mencium kaki muktamirin jika itu bisa menenangkan suasana muktamar.

“Mohon dengarkan saya, dengan hormat kalau perlu saya mencium kaki-kaki Anda semua agar mengikuti akhlakul karimah, Akhlak KH Haysim Asy’ari dan pendahulu kita,” pinta Gus Mus kepada muktamirin pada Senin (3/8/3015) lalu.

Dalam pidato yang dia sampaikan sambil meneteskan air mata, Gus Mus juga seolah berpesan agar muktamirin tak berebut jabatan di NU. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang itu menyebut bahwa dia menempati posisi Rois Aam PBNU 2014-2015 secara tidak sengaja.

Dia pun mengaku sebenarnya tak menginginkan jabatan Rois Aam, melainkan hanya ketiban pulung atas wafatnya KH Sahal Mahfudz. Di Muktamar NU ke-32, Kiai  Sahal menjadi Rois Aam, dan Gus Mus Wakilnya. Dengan meninggalnya Kiai Sahal, Gus Mus diangkat menjadi penjabat  Rois Aam.

“Rois Aam yang membikin saya menjadi punya posisi seperti ini, KH Sahal Mahfudz, mengapa beliau wafat sehingga saya memikul beban ini,” kata Gus Mus.

Dia juga berharap ini menjadi terakhir kali dia menjabat sebagai Rois Aam. Secara tegas dia menyatakan tidak bersedia menjadi Rois Aam untuk periode 2015-2020. Gus Mus merasa tak pantas menjadi Rois Aam yang menjadi pemimpinnya para kiai di NU.

“Saya pinjam telinga Anda, doakan saya, ini terakhir saya menjabat (Rois Aam) jabatan yang tidak pantas bagi saya,” kata Gus Mus.

Namun justru sikap tegas tak bersedia itulah yang menjadikan 9 anggota Ahlul Halli Wal Aqdi meminta Gus Mus kembali menjadi Rois Aam.

Sayang Gus Mus teguh pada pendiriannya. “Kami membacakan surat pesan khusus dari Kiai Mustofa Bisri. Kami telah menerima surat ketidaksediaan Kiai Mustofa Bisri untuk mengemban sebagai Rois Aam PBNU masa khidmat 2015-2010,” kata pimpinan sidang pemilihan ketua umum PBNU Ahmad Muzaki di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2015) dini hari itu.

Di saat Gus Mus menolak jabatan Rois Aam karena merasa tak pantas, sebanyak 24 Pimpinan Wilayah justru berencana menggugat keabsahan Muktamar ke-33 NU. Mereka menolak Muktamar Jombang yang berlangsung 1-5 Agustus sekaligus berbagai produk yang dihasilkan.

Mereka meminta agar PBNU menggelar muktamar ulang paling lambat 3 bulan sejak kemarin. Apabila tidak dikabulkan, mereka mengancam akan menggelar muktamar tandingan.

Tak cukupkah tangisan Gus Mus dan niatnya mencium kaki muktamirin agar NU bersatu? (erd/try – detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s