Tim Advokasi Muslim: Proses Hukum Tolikara Jalan Terus

perdamaian tolikaraJakarta, CNN Indonesia — Tim Advokasi Muslim yang diwakili pelapor bernama Rizal Fadillah mengatakan bakal terus memproses laporan hukumnya bagi dua tokoh pembuat surat edaran Gereja Injil Di Indonesia (GIDI). Perdamaian yang terjadi di Tolikara antar dua kelompok warga tak mempengaruhinya.

“Perdamaian menghindari konflik agar tidak meluas, dengan perdamaian bisa meredam tapi masalah hukum harus tetap berjalan,” kata Rizal.

Kepada CNN Indonesia Rizal mengatakan bahwa dua pendeta, yakni pendeta Nayus Wenda dan Marthen Jingga hingga saat ini masih berstatus sebagai terlapor. Keduanya dilaporkan Tim Advokasi Muslim ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada Senin lalu.

Rizal yang berdomisili di Bandung, berdasarkan dokumen pelaporannya, mengatakan laporan didasari lantaran kedua pendeta tersebut turut menandatangani kedua surat edaran pelarangan peribadatan bagi muslim di Tolikara, Ia menilai surat edaran itu memenuhi syarat tindak pidana karena dianggap menyebarkan kekerasan dan ancaman.

“Awalnya memang banyak yang ragu terkait surat edaran tersebut tapi berdasarkan tim pencari fakta, Kementerian Agama di Tolikara surat itu memang ada, bahkan di salah satu media keduanya mengakui membuat surat tersebut tapi tidak menyebarkan,” kata Rizal, ketika dihubungi CNN Indonesia kemarin.

Rizal mengatakan tujuan dirinya melaporkan kedua pendeta sebagi upaya advokasi terhadap umat muslim di Tolikara. “Tujuan kami ingin mengadvokasi umat muslim karena ini masalah nasional, jadi kami dari tim advokasi muslim yang bergerak di bidang hukum melapor agar umat islam bisa diperlakukan dengan adil,” kata Rizal.

Menurutnya,laporan yang dibuat olehnya merupakan hasil pembicaraan bersama Tim Advokasi Muslim. Dia mengatakan tidak ada tujuan pribadi dalam pelaporan tersebut.

Sebelumnya, beredar surat Tanda Bukti Lapor Nomor : TBL/547/VII/2015/Bareskrim atas nama pelapor HM. Rizal Fadillah, S.H. dengan terlapor Nayus Wenda dan Marthen Jingga. Dalam surat tersebut tertera tanggal pelaporan pada 20 Juli 2015. (cnnindonesia)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s