Perjalanan PRJ ‘Tandingan’ Gagasan Jokowi-Ahok

Jakarta – Dulu PRJ selalu identik dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang diselenggarakan secara besar-besaran di Kemayoran. Namun, sejak Joko Widodo menjadi gubernur di Jakarta, ia seolah-olah membuat PRJ tandingan dengan nama Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) bertempat di Monas dan gratis.

PRJ buatan Jokowi ini pertama kali dibuat 2013, beberapa bulan setelah Jokowi-Ahok memimpin Jakarta. Saat itu, keduanya ‘ribut’ dengan penyelenggara PRJ Kemayoran karena aduan harga sewa stan yang mahal dan porsi UMKM yang kecil dibandingkan perusahaan besar. Ia lalu menggagas PRJ Monas dengan Jokowi ingin mengembalikan ‘jiwa’ PRJ yang di tahun 1990-an diselenggarakan di Monas dan gratis.

Pemprov DKI lalu membuat Pesta Rakyat Jakarta di Monas sehingga kini dikenal dengan PRJ Monas. Porsi UMKM lebih besar, masyarakat pun bebas masuk lokasi PRJ tanpa dikenakan biaya. Jokowi-Ahok saat itu ingin warga Jakarta berpesta dan terhibur tanpa biaya yang mahal.

PRJ Monas itu sontak membuat pengunjung PRJ Kemayoran menurun drastis. Warga lebih banyak berbondong-bondong ke PRJ Monas karena letaknya di pusat kota, hiburannya beragam dan jajanan tradisionalnya lebih banyak. Yang utama, harga yang dibandrol lebih murah daripada PRJ Kemayoran.

Animo masyarakat yang tinggi saat itu membuat Jokowi-Ahok bahkan berwacana agar PRJ itu bisa dilaksanakan di 5 wilayah kotamadya sehingga warga tak terpusat di Monas saja. Namun, ide ini tak direalisasikan.

Magnet PRJ Monas yang kuat membuatnya kembali digelar di tahun 2014. Di tahun ini juga, Ahok yang sempat perang dingin dengan pelaksana PRJ Kemayoran menghadiri pembukaan PRJ Kemayoran. Dalam acara itu ia menegaskan acara PRJ Monas bukanlah tandingan PRJ Kemayoran.

Sayangnya, pelaksaan PRJ Monas 2014 mengundang marah besar Ahok. Hal ini karena kondisi Monas yang disebutnya porak-poranda dengan sampah yang menggunung pasca kegiatan tersebut dilaksanakan.

Dalam evaluasi ketika rapat pimpinan, Ahok kesal karena PRJ meninggalkan banyak sampah. Taman-taman juga jadi rusak dan pagar banyak yang dibobol. Dia menyebut PKL yang diberikan kesempatan dan stand gratis sudah bersikap kelewatan.

“Brengseknya luar biasa, semua buang sampah dan PKL pada dagang di banyak tempat. PKL ini yang ngelunjak, kita pengin ngebantu Anda tapi jangan ngelunjak gitu lho,” ucap Ahok di kantornya, Senin (16/6/2014).

PRJ yang dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut bahkan disebutnya tak beda dengan pasar malam tingkat daerah. Ia mengatakan akan mengevaluasi pelaksanaan PRJ Monas untuk tahun 2015.

Tahun ini, Ahok yang sudah menjabat sebagai gubernur menegaskan tak akan menggelar PRJ Monas lagi. 2 Tahun dilaksanakan, tujuan untuk menghadirkan PKL berdagang di trotoar dengan penataan yang baik disebutnya tak bisa terealisasi. Bukannya semakin baik, menurutnya setiap tahun semakin banyak oknum preman, aparat yang mencari untung.

“Ternyata, yang terjadi adalah lapak-lapak itu dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, seperi ormas (organisasi masyarakat), dan lain-lainnya. Padahal lahan di Monas itu besar sekali,” tutur Ahok di Balai Kota, Jumat (29/5).

Pernyataan Ahok yang tak akan mengadakan PRJ Monas ternyata tak mengurungkan persiapan PT Pradana Gransindo Convex menggelar acara PRJ. Nama ‘PRJ’ yang digunakan sama, namun lokasinya berpindah dari Monas ke parkir timur Senayan, Jakarta Pusat. Acara ini murni inisiatif perusahaan swasta itu tanpa campur tangan Pemprov DKI.

Kontroversi acara ini muncul saat Ahok selaku gubernur mengaku tak tahu ada acara tersebut. Hal ini dinilai janggal padahal wakilnya, Djarot Saiful Hidayat yang membuka secara resmi kegiatan tersebut. Belakangan diketahui jika Wagub Djarot mengeluarkan surat dukungan berkop Pemprov DKI untuk acara itu. Surat dukungan itu ditembuskan pada Ahok selaku gubernur. Ketua panitia PRJ Senayan Grace Mangundap pun mengaku sudah kerap rapat dengan bawahan Ahok untuk acara tersebut. Surat dukungan itu pun yang dijadikan dasar Grace melaksanakan acara itu.

Setelah ribut-ribut, Ahok mengakui ada miskomunikasi antara ia dan Djarot sehingga dukungan untuk PRJ Senayan itu keluar tanpa sepengetahuannya. Ia berharap selanjutnya Djarot tak lagi bertindak sendiri tanpa berkoordinasi dengannya. (detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s