Salah Satu Cara Hindari Tokso: Cuci Telur Sebelum Disimpan di Kulkas

TELURYogyakarta, Toksoplasma identik dengan virus berbahaya yang kerap terbawa kucing dan dikhawatirkan menimbulkan gangguan kesehatan bagi pecintanya. Padahal tokso bisa terbawa hewan apapun dan orang yang paling dirugikan karena keberadaannya adalah ibu hamil.

Infeksi ini disebabkan oleh adanya serangan dari parasit bernama Toxoplasma gondii, yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui makanan atau air yang tercemar maupun belaian pada hewan kesayangan.

“Tokso itu bukan virus kucing ya, (karena) semua hewan bisa membawa tokso. Tapi satu-satunya host di mana parasitnya bisa berkembang biak menjadi tokso yang paling ganas adalah kucing,” terang Prof dr Sunartini Hapsara, Sp.A (K), Ph.D., dalam Seminar Sehari ‘Yuk Kenali Ciri-ciri Gangguan TORCH pada Anak’ di RS Akademik UGM Yogyakarta dan ditulis Selasa (1/4/2014). Seminar ini terselenggara berkat kerjasama RS Akademik UGM dengan komunitas Rumah Ramah Rubella.

Dokter spesialis saraf anak dari RSUP Dr Sardjito dan RS Akademik UGM Yogyakarta tersebut menambahkan tak hanya kucing, tapi anjing, burung, kambing, kelinci, ayam, burung dara dan sejumlah hewan peliharaan lainnya dapat menularkan virus tokso ke manusia.

Bahkan Prof Sunartini mengatakan hanya karena sering memegang hewan seperti yang dilakukan tukang jagal, virus tokso pun dapat masuk ke tubuh. Apalagi bila mengonsumsi daging setengah matang.

“Kalau penularan langsung itu biasanya dari makan sayur mentah yang ada ookista-nya, itu nantinya bisa berkembang menjadi parasit tokso, atau bagi ibu hamil yang suka berkebun, kadang kan tanahnya sudah dipakai kucing untuk ‘mendem’ fesesnya, trus lupa cuci tangan dan terbawa masuk ke tubuh,” jelasnya.

Sejumlah kelainan bawaan yang dialami bayi dari ibu hamil yang terserang tokso antara lain:
1. Kelainan neurologis seperti hidrosefalus (kepala membesar), mikrosefalus (kepala lebih kecil dari bayi normal) dan kejang
2. Kalsifikasi intrakranial (pengendapan mineral dalam otak)
3. Kelainan mata seperti katarak, glaukoma dan gangguan pada retina berupa korioretinitis
4. Kelainan sistemik berupa anemia, demam, perdarahan, retardasi keterbelakangan mental) dan perkembangan psikomotorik

Bagaimana cara mencegahnya? Prof Sunartini mengungkapkan karena berkaitan dengan proses penularannya, maka penyebaran virus tokso bisa dicegah dengan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan sebelum makan, mencuci sayuran atau daging sebelum diolah, termasuk mengolah seluruh bahan makanan sampai matang, dan membatasi kontak dengan hewan peliharaan.

“Kalau menyimpan apapun di dalam lemari es, (usahakan) dicuci dulu, apalagi telur,” sarannya.(detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s