Ilmuwan Menyebut Suara Misterius di Langit dengan Istilah ‘The Hum’

the hummJakarta – Masyarakat dunia sedang digemparkan oleh suara misterius bak bunyi terompet dari langit Amerika dan Eropa. Ternyata fenomena ini bukanlah yang baru. Para ilmuwan menyebut peristiwa itu dengan istilah ‘The Hum’ dan telah berlangsung sejak tahun 1970-an silam.

Seperti dilansir dari blog http://www.enigma.blogspot.com, Senin (25/5/2015), ‘The Hum’ yang diartitan sebagai dengungan itu merupakan suara berfrekuensi rendah yang dapat terdengar oleh sebagian orang di sebagian wilayah. Frekuensi suara ini hanya berkisar sekitar 10 hertz, jauh di bawah batas minimal frekuensi pendengaran manusia, yaitu 20 hertz. Di sebagian wilayah, suara ini bisa terdengar lebih keras dibanding tempat lain.

“Selama ini mungkin kita hanya mengenal istilah Taos Hum, yaitu fenomena dengungan yang dilaporkan di kota Taos, New Mexico. Namun sesungguhnya fenomena serupa juga terjadi di banyak tempat. Bristol di Inggris, Bay Ridge di New York, Vancouver di Kanada, Auckland di Selandia Baru dan Kokomo di Indiana juga menjadi rumah bagi fenomena misterius ini,” kata Sam yang juga penulis buku Enigma 2 itu dalam blognya.

Sam memberi arahan untuk memahami pengertian suara dengungan misterius itu. Ketika pintu dan jendela tertutup, dan semua peralatan elektronik mati, maka berdiam dirilah sejenak. Tiba-tiba semua suara terasa menjadi lenyap dan kemudian suara berdengung aneh mulai terdengar di telinga.

“Mungkin anda pernah mengalaminya dan bertanya : Suara apakah yang barusan terdengar ? Itulah fenomena yang disebut ‘The Earth’s Hum’ atau dengungan bumi,” ujarnya.

Sam mengatakan, para ilmuwan yang meneliti fenomena itu awalnya segera mengkaitkannya dengan Tinnitus. Tinnitus yang dalam definisi medis berarti persepsi suara yang tercipta di dalam telinga manusia ketika tidak ada suara eksternal yang masuk yang biasanya diakibatkan oleh infeksi di telinga. Jadi seseorang mendengar suara tersebut ketika terjadi kelainan di telinganya.

“Namun teori ini tidak dapat menjelaskan mengapa suara dengungan hanya terdengar di wilayah geografis tertentu,” pungkasnya.(detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s