Tawa Canda Bu Risma dengan Tukang Becak Berhati Mulia

Risma_& Pak_Dul_tukang becak berhati mulia

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengundang Abdul Syukur, tukang becak yang rajin menambal jalan berlubang. Dul alias Pak Tuwek, sapaan Abdul Syukur, diajak ke rumah dinas wali kota di Jalan Sedap Malam, Kamis (14/5).

Risma mengirim stafnya untuk menjemput Abdul Syukur ke rumahnya di Jalan Tambak Segaran Gang 1, Nomor 27. Abdul Syukur tiba di rumah wali kota sekitar pukul 17.00. Dia didampingi anaknya –Wahyuni–, Camat Simokerto Henny Indrijati, Lurah Tambak Rejo Etty Minarti, serta beberapa staf pemkot.

Dalam pertemuan itu, terjadi perbincangan hangat antara Abdul dan Risma. Mereka bersenda gurau membicarakan lagu-lagu kesukaan, berita, artis, hingga aksi Dul menambal jalan berlubang. Tidak jarang Risma tertawa hingga terpingkal-pingkal melihat Dul bernyanyi dan menari saat ditanyainya.

Bahkan, Risma berjanji mengajaknya bernyanyi bersama suatu saat. Dul menyambutnya dengan gembira. Dia seolah tidak percaya bisa bertemu langsung dengan Risma. Dalam pertemuan itu, beberapa kali Risma menginginkan Dul tidak lagi nekat menambal lubang jalanan sendirian.

“Sudah ya Pak, ndak usah begitu lagi. Bapak istirahat saja,” ujar Risma di sela-sela obrolannya.

Risma juga menyatakan akan membangun dan memperbaiki rumah Dul. Namun, Dul menolaknya. ”Ndak usah, Bu. Sampun sae omah kula,” ujar Dul, lalu tertawa. Dia mengatakan bahwa rumah miliknya sudah lebih dari cukup.

Menjelang magrib, Risma mengakhiri pertemuan tersebut. Risma lalu memasukkan sebuah amplop di saku kemeja batik yang dikenakan Dul. Dengan terkekeh-kekeh Dul menerimanya, lantas berterima kasih kepada Risma. Pertemuan itu ditutup dengan beberapa kali tos tangan antara Risma dan Dul.

Dalam pertemuan tersebut, Dul berharap jalanan yang berlubang segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengendara jalan. Selain itu, dia tidak akan menghentikan aksinya menambal lubang jalanan. ”Ya kalau ada lubang, sebisanya saya tambal. Sebab, itu sudah keinginan saya,” ujar Dul.

Risma mengatakan, apa yang dilakukan Dul memang patut diapresiasi. Dia juga mengatakan bahwa banyak orang seperti Dul di Surabaya yang peduli dengan lingkungan. Dul, kata Risma, bersikap demikian karena kebetulan bekerja sebagai tukang becak yang aktif di jalanan. Karena itulah, aksi Dul layak diapresiasi.

Namun, Risma enggan mengungkapkan apresiasi dalam bentuk apa yang akan diberikan kepada Dul. ”Nanti itu urusan saya pribadi lah sama Pak Dul. Itu saya ndak mau bilang. Itu urusan pribadi saya nanti. Bisa jadi riya nanti,” ujar Risma.

Apalagi, menurut Risma, Dul telah didatangi langsung oleh Kepala Dinas PU Bina Marga Erna Purnawati. ”Dia sudah didatangi Bu Erna, ditawari jadi satgas di dinas PU. Tapi, beliaunya ndak mau,” kata Risma.

Menurut Risma, Dul juga telah menjadi tanggungan Pemkot Surabaya. Sebab, Dul tergolong lansia. ”Memang kewajiban pemerintah yang akan mengurusinya. Ya, nanti kami pikirkan agar dia bisa bekerja lebih aman dan mendapatkan akses yang lebih baik,” lanjutnya(jppn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s