Anggota DPR Setuju Perberat Hukuman Penyelundup Satwa Langka

JAKARTA, INDONESIA:  An endangered yellow-crested cockatoo (cacatua sulphurea) is being cared for at a temporary station for animals after it was seized from a resident in Jakarta, 27 February 2004.  The protected yellow-crested cockatoo is endemic in East Indonesia especialy in Sulawesi. The illegal trade of protected animals in Indonesia continues despite law no. 5/1990 on the preservation of flora and fauna. Jakarta is notorius as a center of illegal trade in protected animals, according to Willie Smith, the Gibbon Foundation director.  AFP PHOTO/ADEK BERRY  (Photo credit should read ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Jakarta – Kasus penyelundupan kakatua jambul kuning‎ dalam botol minuman memancing protes luas dari masyarakat, yang salah satunya menggalang petisi agar DPR merevisi UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pe‎tisi yang hari ini sudah ditandatangani 20.113 orang itu meminta DPR merevisi UU No 5/1990 untuk memperberat hukuman bagi pelaku penyelundupan satwa langka dan dilindungi negara.

Anggota Komisi IV Anton Sihombing, yang membidangi masalah lingkungan hidup dan kehutanan‎, setuju dengan usul revisi UU yang disuarakan masyarakat itu. Menurutnya, Komisi IV bisa saja segera membahas usul tersebut.

“Kalau memang dengan UU yang ada belum memberikan efek jera, masih banyak orang yang melanggar, ya kita perbaiki undang-undangnya. Kita revisi dan kita tambah perberat hukumannya,” kata Anton Sihombing saat dihubungi, Selasa (12/5/2015).

Anton mengatakan, UU tersebut memang belum masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), yaitu daftar UU yang akan direvisi atau dibuat DPR dalam satu periode. Namun, hal itu bisa diusulkan melalui komisi IV DPR.

“Nanti kita bahas di komisi, mana yang terbaik. Apakah memang dengan hukuman berat orang bisa jera, atau takut melakukan pelanggaran, atau dengan cara lain. Nanti kita akan bahas dengan instansi terkait,” ujar politisi Golkar itu.

“Intinya sebagai anggota DPR kalau usul perberat hukuman setuju, tapi kita perlu bahas dengan pihak terkait (pemerintah -red). Kalau petisi lebih dari 15 ribu, apa boleh buat,” imbuhnya.

Petisi itu disuarakan melalui http://www.change.org/kakatuabotol oleh beberapa organisasi yang peduli atas kasus penyelundupan kakatua jambul kuning dalam botol minuman.

Dalam UU konservasi SDA dan ekosistemnya itu, hukuman bagi pelaku hanya 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. UU itu sudah 25 tahun tak direvisi oleh DPR maupun atas usul pemerintah.(detik)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s