Darurat Kepunahan Untuk Kakatua Kecil Si Jambul Kuning

kakatua3Jakarta – Pemerintah harus bergerak cepat menjaga kelangsungan hidup kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea). Setelah kasus terungkapnya penyelundupan di botol mineral, upaya perburuan harus disetop total. Jumlah hewan-hewan itu sudah dalam tahap darurat kepunahan.

Peneliti Konservasi Kakatua Indonesia (KKI) Dudi Nandika mengatakan, kakatua kecil jambul kuning sudah dalam level terancam punah dengan kategori appendice I. Itu adalah level terparah dalam pengkategorian hewan langka.

“Ini sudah merah, tidak boleh diperjualbelikan lagi. Dalam bentuk apa pun,” kata Dudi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (7/5/2015).

Di kategori appendice I, seperti dikutip dari Cites.org, kakatua kecil jambul kuning berada dalam satu level berbahaya dengan kakatua maluku (cacatua moluccensis), kakatua putih (cacatua alba) dan kakatua tanimbar (cacatua goffiniana).

Karena itu, Dudi berharap agar ada upaya serius dari berbagai pihak untuk menjaga kelestarian hewan asli Indonesia tersebut. Beberapa di antaranya yang bisa dilakukan dalam waktu dekat adalah:

1. Meningkatkan sosialisasi di masyarakat soal larangan penangkapan burung kakatua.
2. Pengetahuan aparat tentang burung-burung yang dilindungi harus ditingkatkan.
3. Penegakan hukum yang maksimal terhadap para pelaku kejahatan penjualan hewan.

Para aktivis dari Burung Indonesia juga pernah merilis soal kondisi kakatua jambul kuning yang kritis. Semua anak jenis kakatua kecil jambul kuning menghadapi ancaman dari perburuan untuk diperdagangkan. Sejak 1980, jenis ini diekspor secara rutin dari Denpasar ke San Fransisco, Amerika Serikat. Selama rentang 1981-1992 sebanyak hampir 97 ribu ekor kakatua kecil jambul kuning diekspor keluar Indonesia.

Kakatua kecil jambul kuning telah dinyatakan kritis oleh lembaga konservasi dunia (IUCN) sejak tahun 2000. Status kritis ini menobatkan kakatua kecil jambul kuning menjadi salah satu dari 18 jenis burung di Indonesia dengan status keterancaman tertinggi.

Catatan terakhir, jumlah kakatua kuning jambul kuning di Indonesia hanya sekitar 7.000 ekor. Namun jumlah itu diyakini sudah banyak berkurang. Khusus di Kepulauan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, hanya tersisa 20 ekor saja.

Kasus penyelundupan terakhir terungkap di Surabaya, Jatim. Ada 21 ekor kakatua kecil jambul kuning yang dimasukkan ke dalam botol air mineral.

Sumber : Detik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s